Tinjil, Pulau yang eksotis
Setelah melalui perjalanan darat yang sangat melelahkan (sekitar 10 jam dari Kadipaten ke Muara Binuangeun), dilanjutkan dengan perjalanan laut pada keesokan harinya selama kurang lebih 2 jam menuju Pulau Tinjil. Kapal boat ukuran sedang mengantarkan kami menyeberangi laut lepas yang berombak cukup besar (ini belum seberapa besar, kata orang yang sudah sering ke sana). Menginjakkan kaki di Pulau Tinjil untuk pertama kalinya adalah pengalaman luar biasa yang sulit dilupakan.
Perasaan senang menyelimuti karena akhirnya bisa tiba dengan selamat walaupun sedikit mabuk laut di perjalanan. Selain itu hamparan pasir putih serta rindangnya daun pohon waru dan pohon ketapang langsung memikat hati kami. Benar-benar indah pulau ini!. Perairannya jernih serta vegetasinya tumbuh alami tanpa ada gangguan dari manusia. Seperti surga kecil yang Tuhan hadirkan di dunia. Malam itu kami tidur dengan pulas, karena lelah selama perjalanan dan harus menghimpun energi untuk memulai kegiatan praktek pada keesokan harinya. (humaspandeglang)
